quoted fromTim Harland, MD - Board certified internist and founder of Dr Gourmet.com
I get a lot of questions during lectures from people wanting to know how they can eat better when eating healthy is so expensive. They base their questions on claims that unhealthy choices are cheaper. For instance, I saw a recent news story where the reporter walked around Wal-Mart and looked at the value of foods based on the measure of calories per dollar. This is really nothing more than a cute parlor game to say that one dollar will purchase close to 1,000 calories of candy bars but only a single large apple, because it doesn't tell us anything about what we get for our money. Calories are certainly an important part of our diet and weight control, but it is the quality of those calories that matters to our health.
The conclusion often from studies and news reports is that the subsidies on more calorie-dense foods are the culprit Because our government provides funding to farmers growing calorie-dense products like corn (which is processed into sugars) and beef, the typical fast food menu can be advertised as being "cheap, cheap, cheap," and candy bars can be sold for 33 cents each.
This is, however, one of the great myths about healthy eating -- ranking right up there with the fallacy that eating healthy doesn't taste good. I believe it's more economical to cook a fresh, healthy meal than to eat junk food.
The argument I hear most often is that it's cheaper to eat at McDonald's. After going to McDonald's recently and putting together a typical meal for four (mom, dad and two kids), I came up with a total of about $14.00 (I didn't actually buy anything, though). For that money, you get almost nothing of nutritive value, but bland white bread, greasy burgers and fries with a sugary soda.
Konsep team-based organization merupakan jawaban komprehensif terhadap isu demokrasi industri. Konsep ini menciptakan keterlibatan karyawan yang tinggi, sehingga menghasilkan kepuasan kerja dan kesetiaan karyawan pada perusahaan. Kondisi inilah yang pada gilirannya akan menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Satu team-based organization berusaha memberdayakan tim dengan cara mendesentralisasi pengambilan keputusan sampai pada tingkat tim. Konsep ini didasari asumsi “those closest to the job know it best” sehingga timlah yang paling mengetahui apa yang terjadi di lapangan. Karenanya, tim memiliki kewenangan cukup besar untuk mengambil sejumlah keputusan penting yang berkaitan dengan pekerjaan. Di sini tim menjalankan berbagai fungsi kepemimpinan dan manajemen seperti merencanakan, menetapkan tujuan, menyusun jadwal dan anggaran, merencanakan pelatihan serta bertanggung jawab terhadap produk. Dalam organisasi yang memiliki tingkat pemberdayaan yang tinggi ini, tim berwenang mengevalusi kinerjanya sendiri. Mereka bahkan dapat pula menentukan kompensasi yang layak diterima oleh setiap anggotanya.
Konsep ini membawa banyak perubahan dalam pengelolaan organisasi:
Pekerjaan di desain ulang sehingga tidak lagi berdasar fungsi melainkan berdasar proses. Satu tim melakukan proses kerja dari A sampai Z. Karenanya dalam tim terdapat berbagai karyawan – termasuk staf pendukung – dengan keahlian beragam.
Desain ini berdampak positif yaitu tumbuhnya ras memiliki terhadap proses, produk dan jasa yang dihasilkan. Tim juga akan bertanggung jawab penuh terhadap pelanggan.
Organisasi perlu memiliki budaya kepercayaan yang tinggi, karena tanpa kepercayaan konsep ini sulit diterapkan.
Organisasi perlu melatih karyawannya agar memiliki kemampuan bekerja dalam tim dan mengambil keputusan, di samping kemampuan ynag bersifat teknis.
Konsep ini mengubah peranan manajemen puncak menjadi katalisator dan fasilitator. Mereka kini terlepas dari persoalan rutin organisasi sehingga dapat menggunakan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang lebih strategis.
Pemasaran akan sangat berperan terhadap perkembangan franchise terutama pada masa awal dimulainya usaha. Keuntungan anda akan sangat bergantung pada banyaknya orang atau fihak yang menjadi franchisee. Berikut beberapa faktor yang harus diperhatikan:
Benefit bagi franchisee. Dibuat suatu skema benefit yang menarik dan menguntungkan bagi calon franchisee. Poin-poin tersebut antara lain: hasil investasi menarik, jangka waktu pengembalian modal yang pendek, dan tingkat resiko yang rendah.
Perjanjian Kontrak yang menarik.Tidak jarang suatu konsep bagus tidak diterima hanya karena cara atau metode penyampaiannya kurang menarik atau tampak tidak bonafide. Perlu penekanan masalah benefit finansial yang akan diterima franchisee, serta transparansi dan detail hak dan kewajiban franchisor dan franchisee.
Strategi pemasaran yang tepat. Strategi yang tepat antara lain dapat dilakukan dengan menyediakan sebuah outlet sebagai sampel, pendekatan personal, dan pemilihan media promosi yang tepat.
Kita dituntut untuk dapat menciptakan sistem yang ampuh dibandingkan kompetitor, teruji untuk setiap cabang, dan mudah diduplikasikan untuk setiap franchisee. Di samping itu, keseluruhan sistem harus dikenali masyarakat dengan satu brand (merek) yang dapat merepresentasikan segenap image yang ingin ditampilkan. Sehingga beberapa faktor berikut sangat penting diperhatikan:
Diferensiasi (unik). Produk (barang atau jasa) yang unik tidaklah harus selalu dengan menciptakan sesuatu produk yang sama sekali baru, dapat juga dengan memberikan sesuatu ‘nilai tambah’ baik berupa content (materi) atau pun context (atribut) produk tersebut sehingga membuat produk anda ‘berbeda’ dibanding kompetitor lain.
Uniformitas (keseragaman). Keseragaman mencakup keseluruhan sistem yang ada termasuk keunikan yang dimilikinya. Perlu disusun suatu panduan standarisasi yang dibakukan dan bersifat simpel sehingga mudah difahami, diimplementasikan dan dapat berlaku secara umum.
Strong Brand (merek yang kuat).Merek yang kuat dan dikenal masyarakat akan dapat mencerminkan keunggulan yang ingin ditonjolkan. Merek merupakan suatu kesatuan nama, simbol dan atribut yang dapat menjadi identitas produk atau usaha. Identitas inilah yang merefresentasikan produk atau usaha secara keseluruhan meliputi kualitas, harga, kinerja hingga image yang ingin ditanamkan dalam benak masyarakat.
Anda menuntut hasil yang jelas dan pasti, dan kepuasan anda didasarkan pada hasil-hasil yang dicapai.
Dari pengalaman bermitra dengan banyak klien, kami telah menemukan jawabannya, yaitu hasil yang dapat diukur dan kebutuhan untuk menjawab tantangan yang muncul pada saat mengeksplorasi realitas detail bisnis anda. Dan hasil tersebut mencakup komitmen anda, tindakan yang diambil untuk tujuan yang telah disepakati, dan ukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan tersebut.
Kemitraan kita dimulai dengan mencari kesamaan awal langkah penting yaitu bersama-sama menetapkan dan menyepakati persyaratan yang anda berikan.
Selanjutnya kebutuhan anda dianalisis dan harapan-harapan anda kami eksplorasi dan artikulasikan. Kami pastikan anda mendapatkan kejelasan mengenai bagaimana perbaikan dan pengembangan yang harus dilakukan berkaitan dengan rantai sebab akibat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan bagaimana hasil tersebut harus diukur dan sejauh mana langkah-langkah tersebut diterjemahkan ke dalam penghematan biaya dan peningkatan keuntungan.
Peran kami belum berakhir sehingga anda memperoleh hasil yang diinginkan.
Semakin maraknya pelaku bisnis restoran dan hotel berskala internasional di berbagai kota besar di indonesia, baik sebagai pemegang saham mayoritas atau pun menggunakan sistem waralaba, menempatkan pelaku bisnis lokal berada dalam lingkungan strategis yang kurang menguntungkan.
Pelaku bisnis lokal yang berkeinginan merintis dan mengembangkan bisnis dalam bidang ini dituntut menguasai konsep penyelenggaraan manjemen modern untuk dapat bersaing dan mensejajarkan diri.
Menciptakan kemampuan untuk terus menerus mengelola dan mentransformasi perubahan dalam membuat perencanaan yang rasional, pengorganisasian yang tepat, dan kontrol yang baik, akan sanggup memnuhi tantangan dalam realitas bisnis ini, sekaligus memberikan hasil yang terukur ......
Pengorganisasian adalah upaya menciptakan suatu kerangka kerja yang bersusun rapi yang tiap bagiannya akan merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi.
Pengorganisasian menjadi demikian penting agar:
kegiatan terselesaikan dengan efektif dan efektif sesuai rencana
mempermudah pelaksanaan tugas dan pengawasan oleh atasan
mempermudah pertanggungjawaban pekerjaan yang diberikan kepada anggota
mencegah kegiatan bertumpuk
memberikan kepastian kerja yang harus dilakukan anggota.
Beberapa fungsi pengorganisasian:
Coordinating.Kegiatan yang berhubungan dengan usaha memberikan bimbingan, ptunjuk mengenai waktu, memberikan arah pelaksanaan kegiatan kerja, dan upaya mempersatukan tindakan orang serta fasilitas secara harmonis sesuai tujuan yang dikehendaki.
Staffing.Kegiatan yang berhubungan dengan usaha penempatan dan penentuan siapa yang melaksanakan tugas, wewenang, dan tanggung jawab sesuai keahlian masing-masing dalam suatu kegiatan kerja sama, disamping membina dan memelihara kondisi kerja yang diinginkan.
Berikut adalah beberapa prinsip dalam pengorganisasian:
Perencanaan adalah persiapan penentuan-penentuan terlebih dahulu mengenai apa yang akan dikerjakan kemudian dan merupakan fungsi penentu mengenai apa yang akan dilaksanakan dalam batas waktu, biaya, dan fasilitas tertentu untuk mencapai hasil yang telah ditentukan.
Perencanaan yang baik akan memudahkan tugas-tugas seorang manajer. Ia dapat mendahului kesempatan-kesempatan dan menganalisa hambatan-hambatan yang mungkin timbul di waktu mendatang. Perencanaan juga memberikan unsur-unsur pengawasan dan penelitian yang sebaik-baiknya di mana sesuatu pekerjaan dapat dilaksanakan dan dapat diukur.
Pola Dasar Berfikir Pembuatan Rencana:
What. Tujuan apakah yang akan dicapai dalam pembuatan perencanaan.
Why. Mengapa hal itu perlu dilakukan.
Who.Oleh siapa rencana itu akan dibuat.
When. Kapan akan dilakukan.
Where.Dimana perencanaa itu akan dilakukan.
How. Bagaimana dan alat atau sarana apa yang diperlukan untuk merealisasikannya.
Beberapa Tahapan Pola Perencanaan:
Forecasting. Perhitungan, perkiraan atau ramalan atas fakta-fakta yang objektif kebenarannya mengenai keadaan yang mungkin dihadapi di waktu mendatang.
Target. Ukuran yang sudah ditetapkan terhadap hasil yang harus dicapai secara kualitas dan kuantitas.
Kebijaksanaan.Rumusan cara-cara kerja tertentu yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar lebih efektif dan efisien.
Program. Rincian langkah yang akan dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan berdasar target yang menjadi sasarannya.
Daftar Waktu.Penetapan bats waktu tertentu untuk menyelesaikan setiap langkah pekerjaan.
Prosedur Kerja. Rangkaian sistem atau tata cara kerja sama yang harus dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
Budgetting. Penentuan rencana tentang penggunaan dan pemanfaatan sumber dana yang tersedia untuk melaksanakan rencana yang telah disiapkan.
Sifat Perencanaan yang Baik:
Faktual.Berdasar pada fakta dan data objektif yang biasanya diperoleh dari hasil penelitian melaui pertimbangan keuntungan dan kerugiannya kemudian.
Rasional.Berdasar hasil pemikiran ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Fleksibel.Luwes, dapat mengikuti situasi dan kondisi yang selalu berubah.
Kontinyu. Dibuat untuk tindakan yang terus menerus dan berkesinambungan sehingga secara bertahap dapat terus ditingkatkan perbaikannya.
Pengelola bisnis restoran tidak cukup hanya meningkatkan penjualan, ia harus pula berkemampuan untuk mengendalikan costdan operating expenses.
Adanya cost controladalah dimaksudkan untuk itu, yaitu menyeimbangkan kepentingan konsumen dengan perusahaan. Pengendalian cost tidak boleh merugikan salah satu fihak.
Seberapa besar nilai kepuasan yang diperoleh konsumen akan menyangkut fungsi antara harga dan kualitas.
Value = f (P.Q)
P: price, Q; quality
Nilai (value) merupakan fungsi harga (price) dan kualitas (quality)
Persepsi konsumen terhadap kualitas layanan yang diperoleh akan diukur oleh besarnya uang yang dibelanjakan. Manakala layanan yang diperoleh tidak seimbang dengan uang yang dibelanjakan, dapat diartikan bahwa uang mereka bernilai rendah dan adalah bertentangan dengan harapan konsumen yang menginginkan uang yang dibelanjakan bernilai tinggi.
Sebaliknya fihak restoran menghargai nilai uang konsumen dengan layanan yang diberikan. Perbedaan kepentingan antara konsumen akan terjadi. Fungsi controlbertujuan menyeimbangkan kepentingan konsumen dan produsen dengan melakukan corrective action terhadap setiap penyimpangan yang terjadi.